Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka melontarkan kritik tajam yang mengejutkan kepada dua raksasa energi asal negerinya sendiri, Chevron dan ExxonMobil.
Trump menyebut kedua korporasi multi-nasional tersebut mengeruk terlalu banyak keuntungan atau windfall profits memanfaatkan kelangkaan minyak akibat pecahnya perang Iran.
"Mereka menghasilkan terlalu banyak uang berdasarkan kelangkaan. Saya tidak menyukainya," tegas Trump saat berbicara di depan awak media di Gedung Putih pada Senin (3/8/2026) waktu setempat. Amarah Trump ini tersulut setelah laporan keuangan kuartal kedua menunjukkan pendapatan Chevron meroket hingga hampir 400% menjadi US$ 12,0 miliar, sementara laba bersih ExxonMobil melonjak dua kali lipat melampaui level US$ 14,5 miliar.
Laporan keuangan kuartal kedua yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan lonjakan laba tak terduga (windfall profits) bagi kedua raksasa minyak tersebut. Pendapatan Chevron meroket hampir 400% menjadi US$ 12,0 miliar (Rp 192,0 triliun) dibandingkan dengan US$ 2,5 miliar (Rp 40,0 triliun) pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, laba ExxonMobil meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 14,5 miliar (Rp 232,0 triliun) dari sebelumnya US$ 7,1 miliar (Rp 113,6 triliun).
"Chevron, terlalu banyak uang. ExxonMobil, terlalu banyak uang. Mereka akan mengembalikan sebagiannya kepada publik dan lebih baik mereka memangkas harga eceran, harga konsumen," tegas Trump.
Trump pun tidak segan-segan memberikan ancaman keras agar korporasi minyak tersebut segera memangkas harga jual eceran di stasiun pengisian bahan bakar demi membantu masyarakat yang sedang tercekik tingginya biaya hidup.

Memuat komentar...