Jakarta β Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras dengan tenggat waktu 48 jam kepada pemerintah Iran untuk menghentikan program pengayaan nuklirnya dan menutup pangkalan militer rahasia di Selat Hormuz.
Jika peringatan ini diabaikan, Washington mengancam akan meluncurkan operasi militer skala penuh bertajuk βDecapitation Strikeβ atau serangan "pancung" untuk melumpuhkan struktur komando tertinggi Teheran.
Langkah eskalasi militer super ketat ini diambil menyusul kegagalan draf perjanjian damai di Doha yang sebelumnya sempat dilaporkan menunjukkan progres positif.
Pada Minggu (2/8) Trump mengatakan AS membatalkan serangan ke Iran. Ia mengungkap adanya permintaan penundaan serangan karena adanya batasan kesepakatan yang telah disetujui. Kesepakatan tersebut terkait pembukaan Selat Hormuz dan akhir dari ancaman senjata nuklir.
Namun Iran menganggap pernyataan Trump tersebut sebagai klaim sepihak. Iran juga membantah adanya permintaan penghentian rencana serangan AS tersebut, Trump lantas murka atas pernyataan Iran tersebut. Berikut rangkuman ancaman Trump ke Iran.
Trump Beri Ultimatum
Trump lalu berang usai Iran membantah sedang bernegosiasi dengan AS. Trump juga mengancam Iran agar adanya kesepakatan atau menyerah.
Dilansir AFP dan AL Jazeera, dalam unggahan di media sosial Truth pada Senin (3/8), Trump dengan penuh amarah, mengatakan bahwa blokade militer AS akan berlanjut hingga ada "Kesepakatan, atau penyerahan total."
Presiden AS itu mengkritik Iran karena tidak menyetujui "diskusi apa pun". Dia berang Iran hanya berurusan dengan Oman.
"Kepemimpinan Iran sungguh munafik! Mereka meminta pertemuan, sebagian orang mengatakan 'memohon' pembicaraan dimulai, dengan lebih banyak pertemuan dijadwalkan dalam waktu dekat, dan mereka mengatakan, secara terbuka dan bangga, bahwa mereka tidak mengadakan diskusi apa pun, bahwa tidak ada yang dibicarakan, dan mereka hanya berurusan dengan 'Oman'," tulis Trump.
Trump menuduh Iran melanjutkan omong kosong tentang Selat Hormuz. Trump mengatakan selat itu dikendalikan oleh militer AS.
"Kemudian mereka melanjutkan dengan omong kosong mereka yang biasa dengan mengatakan, Selat Hormuz akan dioperasikan secara kuat oleh mereka, padahal selat itu sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan 'Blokade' kita atau, seperti yang dikatakan sebagian orang, "Tembok Baja Amerika Serikat!" katanya.
Barulah Trump memberikan Iran pilihan melakukan kesepakatan atau penyerahan total. Trump mengatakan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.
"Tidak ada yang bisa sampai ke Iran, kecuali jika kita menginginkannya, dan tidak akan ada yang bisa sampai, kecuali jika Kesepakatan, atau Penyerahan Total, tercapai. Terlepas apakah Iran mau mengakuinya atau tidak, kita sebenarnya sedang membicarakan solusi untuk masalah yang telah mereka sebabkan selama beberapa dekade. Sangat sederhana, IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR!" pungkasnya.

Memuat komentar...