JAKARTA, r3nmedia.com โ€” Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali membara dan berada dalam ambang krisis energi global yang serius. Raksasa minyak dunia, Saudi Aramco, terpaksa menghentikan operasional penuh kilang minyak Jazan yang berlokasi di pesisir Laut Merah. Langkah darurat ini diambil menyusul serangan rudal balistik dan drone skala besar yang diluncurkan oleh kelompok pemberontak Houthi dari Yaman.

Kilang vital yang memiliki kapasitas pengolahan mencapai 400.000 barel per hari (bpd) tersebut mengalami kerusakan signifikan pada kompleks Integrated Gasification Combined Cycle (IGCC) serta area tangki penyimpanan (tank farm).

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bahwa pasukannya sukses menghantam target-target strategis milik Saudi Aramco di kota Jizan dan Yanbu. Namun, serangan di wilayah Yanbu berhasil dihalau oleh baterai pertahanan udara Patriot buatan AS yang dioperasikan militer Yunani di bawah kerja sama dengan Riyadh.

Pihak Houthi menegaskan bahwa serangan mematikan ini merupakan aksi pembalasan langsung atas rentetan serangan udara koalisi Arab Saudi yang sebelumnya menggempur kota pelabuhan strategis Hodeidah di Yaman barat.

"Ini adalah respons sah kami terhadap agresi berkelanjutan yang menargetkan infrastruktur sipil dan telekomunikasi di Yaman," tegas pihak Houthi melalui saluran media terafiliasi mereka.

Berdasarkan laporan dari firma riset dan intelijen pasar International Industrial Relations (IIR), proses perbaikan kerusakan struktural kilang diprediksi memakan waktu beberapa minggu. Pihak Aramco menargetkan fasilitas Jazan baru bisa beroperasi kembali secara bertahap paling lambat pada 15 Agustus 2026.

Hilangnya pasokan 400.000 barel per hari dari pasar global langsung memicu kepanikan di kalangan pelaku usaha. Para analis energi memperingatkan bahwa penutupan kilang pengolahan produk jadi (seperti bensin, diesel, dan avtur) jauh lebih sensitif dibanding kendala minyak mentah biasa, mengingat margin kilang dunia saat ini sudah sangat ketat. Kondisi ini diperparah oleh ancaman Houthi yang menyatakan blokade laut di Selat Bab el-Mandeb.