Jakarta - Harga batu bara global dilaporkan kembali bangkit dan bergerak mengganas setelah sempat mengalami tren pelemahan di pasar dunia. harga batu bara termal berhasil memutus tren negatif dan melonjak kembali ke atas level psikologis US$ 130 per ton akibat ketatnya pasokan gas dunia.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Senin (3/8//2026) ditutup di posisi US$ 134,25 per ton atau menguat 0,19%. Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya jatuh 1,1% pada dua hari sebelumnya.

Kendati harga komoditas energi tersebut sedang membara, berkah kenaikan ini sama sekali tidak dirasakan oleh Kremlin lantaran armada kapal pengangkut batu bara milik perusahaan Rusia justru dilaporkan berguguran.

Sektor logistik dan pelayaran Moskow menderita pukulan telak setelah rentetan sanksi embargo baru dari negara-negara Barat secara agresif memblokir akses navigasi serta asuransi kapal dagang yang membawa komoditas asal Rusia.

Lumpuhnya armada kapal pengangkut ini memicu penumpukan stok di pelabuhan domestik mereka dan membuat puluhan korporasi tambang di Rusia terancam bangkrut karena gagal mengirimkan pasokan ke pasar Asia.