JAKARTA, r3nmedia.com - Nilai tukar rupiah berhasil menutup perdagangan akhir pekan di zona hijau. Sempat tertekan hebat di awal pekan hingga menembus psikologis Rp18.100, mata uang Garuda akhirnya berbalik arah dan mengamuk hingga merangsek ke level Rp17.921 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan pasar Jumat (17/7/2026) sore.
Berdasarkan data pasar, performa rupiah mencatatkan kenaikan impresif sebesar 65 poin atau menguat 0,36 persen dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.986 per dolar AS. Selama jam perdagangan, fluktuasi rupiah bahkan sempat menyentuh penguatan maksimal hingga 85 poin.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat ke level Rp17.921 setelah sebelumnya sempat bergerak fluktuatif," ungkap Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, dalam riset hariannya di Jakarta.
Ibrahim menjelaskan bahwa pendorong utama lonjakan positif ini murni datang dari kokohnya sentimen internal pasar domestik. Faktor paling krusial adalah rilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal II-2026 oleh Bank Indonesia yang menunjukkan performa sangat solid. BI melaporkan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) melesat menjadi 12,97 persen, naik tajam dari angka 10,11 persen pada kuartal sebelumnya.
Peningkatan kapasitas produksi dunia usaha yang kini mencapai 73,80 persen disokong kuat oleh bergairahnya sektor konstruksi, pertanian, serta momentum libur sekolah. Selain itu, laporan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia turut menebalkan kepercayaan investor asing untuk tetap memarkirkan dananya di pasar keuangan dalam negeri.
Keberhasilan rupiah bertahan di zona hijau ini tergolong istimewa lantaran terjadi di tengah gempuran sentimen eksternal yang tidak menentu. Pasar global sebenarnya masih dihantui oleh eskalasi ketegangan militer antara AS dan Iran di Timur Tengah yang berisiko melambungkan harga minyak mentah dunia, serta sikap hawkish dari bank sentral Federal Reserve (The Fed). Untuk perdagangan awal pekan depan, nilai tukar rupiah diproyeksikan akan bergerak fluktuatif namun cenderung menguat di rentang Rp17.870 hingga Rp17.930 per dolar AS.


Memuat komentar...