SERANG, r3nmedia.com โ€” Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat dan nelayan di sekitar Selat Sunda untuk memperketat kewaspadaan. Berdasarkan pemantauan seismik, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami lonjakan signifikan dengan catatan sedikitnya 18 kali rangkaian letusan terhitung sejak 2 Juli 2026.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau, Rio Bonik Situmorang, menjelaskan bahwa rangkaian erupsi ini memuntahkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian rata-rata berkisar antara 100 hingga 200 meter dari puncak kawah aktif.

"Kondisi magma yang bergerak menuju permukaan memicu letusan yang fluktuatif. Hingga pertengahan pekan ini, letusan terakhir terekam secara visual dan instrumental pada Sabtu, 11 Juli 2026. Setelah itu kondisi cenderung mereda namun pasokan energi dari dalam perut gunung masih terpantau tinggi," kata Rio Bonik Situmorang di Serang.

Kenaikan status Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) sebenarnya sudah ditetapkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM sejak Kamis, 2 Juli 2026. Sinyalemen peningkatan aktivitas ini sudah terendus sejak pertengahan Juni melalui lompatan frekuensi gempa embusan, gempa hybrid, serta frekuensi rendah yang menyentuh rata-rata 50 kali kejadian per hari.

Tidak hanya dari rekaman gempa, alat pengukur deformasi di tubuh gunung juga sempat mendeteksi adanya gejala inflasi atau penggembungan struktur fisik gunung dalam skala rendah. Hal ini mengonfirmasi adanya akumulasi tekanan gas dan pergerakan fluida magmatik yang terus mendesak ke atas kawah.

Merespons situasi darurat ini, PVMBG mengeluarkan rekomendasi larangan beraktivitas bagi seluruh lapisan masyarakat, wisatawan, pendaki, maupun nelayan dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah aktif.

Di luar radius aman tersebut, aktivitas penyeberangan kapal feri Merak-Bakauheni maupun kegiatan wisata pantai di kawasan Carita dan sekitarnya (yang berjarak sekitar 42 kilometer dari titik gunung) dipastikan masih berada dalam koridor aman untuk beroperasi. Pihak otoritas juga mengingatkan warga pesisir agar tidak terpancing oleh video-video hoaks semburan api besar di media sosial yang sengaja menyebarkan kepanikan.