BANDUNG, r3nmedia.com β Menanggapi gelombang keresahan masyarakat akibat maraknya aksi begal dan kejahatan jalanan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah responsif. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengusulkan penempatan personel aparat bersenjata di berbagai kawasan yang dinilai rawan tindak kriminalitas di wilayah Kota Bandung dan sekitarnya.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Kapolda Jabar terkait teknis pengamanan wilayah. Kehadiran petugas bersenjata di lapangan dinilai krusial untuk memberikan efek jera (deterrent effect) bagi pelaku sekaligus memberikan ketenangan bagi warga yang bermobilitas.
"Menempatkan aparat di titik-titik strategis bersenjata, ini usulan saya dan ini adalah bagian untuk menciptakan rasa nyaman dan rasa aman bagi warga masyarakat," ujar Dedi Mulyadi di Bandung.
Berdasarkan data resmi dari Polda Jawa Barat, kepolisian telah berhasil mengungkap 24 kasus begal dan kejahatan jalanan sepanjang Juli 2026, di mana 19 kasus di antaranya sempat viral dan memicu kegaduhan di media sosial. Komplotan begal sadis, termasuk yang sempat beraksi di Flyover Kopo dan Babakan Ciparay, kini telah diringkus oleh jajaran Satreskrim.
Sebagai langkah darurat, Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto melalui Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan menginstruksikan jajaran untuk mengambil tindakan tegas terukur di lapangan. Menariknya, polisi juga mempersilakan masyarakat untuk melakukan upaya pembelaan diri secara aktif jika terdesak oleh komplotan begal.
"Upaya kita yang pertama adalah perintah Pak Kapolda untuk tindak tegas terukur jelas ya. Dan ini tidak hanya kepada polisi, kepada masyarakat pun boleh, dengan catatan tegas terukur dan jangan sampai mati," kata Kombes Hendra Rochmawan.
Meski Wakapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi meluruskan bahwa situasi Kota Bandung masih kondusif dan terkendali berkat bantuan patroli siber, pemerintah kota tetap memperketat pengamanan fisik. Di tingkat daerah, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong restrukturisasi anggaran untuk mempercepat perbaikan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati guna menghilangkan area gelap yang kerap dimanfaatkan begal.
Selain mengandalkan penebalan personel kepolisian pada jam rawan (mulai pukul 00.00 WIB), masyarakat diimbau untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan patroli rutin secara swadaya di tingkat RT serta RW.


Memuat komentar...