JAKARTA, r3nmedia.com β€” Jagat media sosial dihebohkan oleh pembahasan netizen terkait posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna terbaru yang digelar di Istana Negara, Jakarta.

Tidak seperti biasanya di mana Presiden dan Wakil Presiden duduk berdampingan di meja utama, dalam sidang tersebut Gibran tampak duduk di barisan depan membentuk huruf U, sejajar dengan para menteri dan tepat berada di sebelah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto duduk sendiri di meja pimpinan menghadap ke arah seluruh jajaran kabinet.

Perubahan tata letak protokoler ini langsung memancing berbagai reaksi dan spekulasi liar dari warganet. Banyak netizen mempertanyakan konsep dwitunggal kepemimpinan nasional karena menilai posisi tersebut membuat kedudukan Wakil Presiden seolah sejajar dengan para pembantu presiden atau menteri.

Selain persoalan tata letak kursi, potongan video yang beredar juga membuat netizen menyoroti ekspresi wajah Gibran yang dinilai tampak murung selama jalannya taklimat sidang. Isu mengenai adanya keretakan politik atau ketidakharmonisan internal di dalam Kabinet Merah Putih pun sempat mencuat di kolom komentar platform digital.

Merespons kegaduhan yang berkembang di ruang publik, pihak Istana langsung memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan informasi.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penataan posisi duduk tersebut murni didasari oleh faktor teknis. Dalam sidang paripurna kali ini, Presiden Prabowo harus memaparkan banyak data evaluasi kinerja pemerintahan. Agar penyampaian materi berjalan efektif, dipasang alat bantu berupa teleprompter di depan Presiden yang membutuhkan penyesuaian sudut pandang layar menghadap langsung ke seluruh peserta sidang.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Komunikasi Badan Komunikasi (Bakom) Istana, M. Qodari, menegaskan bahwa format tempat duduk disesuaikan dengan kebutuhan format taklimat instruksi langsung dari Kepala Negara. Pihak Istana membantah keras isu disharmoni dan memastikan bahwa hubungan antara Presiden, Wakil Presiden, serta seluruh jajaran kabinet saat ini sangat solid dan kompak dalam mengejar program prioritas nasional.