JAKARTA, r3nmedia.com โ Pemerintah Indonesia dan India resmi menyepakati kerja sama strategis untuk melakukan pemugaran dan konservasi Kompleks Candi Prambanan. Kesepakatan historis ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026).
Langkah ini memperkuat hubungan kultural dan peradaban yang telah terjalin lama antara kedua negara, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia pada 6โ8 Juli 2026.
Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, memberikan penjelasan detail mengenai ketertarikan India terhadap proyek warisan budaya dunia UNESCO ini. Menurutnya, India menaruh perhatian besar karena Prambanan merupakan salah satu candi Hindu terbesar di dunia.
"Khusus Prambanan, mereka sangat tertarik karena ini merupakan salah satu candi Hindu terbesar ya yang ada gitu ya dengan tiga candi utama dan dua ratusan Perwara," kata Fadli Zon saat memberikan keterangan di Kompleks Istana, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026).
Fadli Zon menambahkan bahwa restorasi ini mendesak dilakukan karena masih banyak bagian situs yang belum selesai direvitalisasi. Dari sekitar dua ratusan Candi Perwara (candi-candi kecil), baru enam unit saja yang berhasil direvitalisasi oleh pemerintah Indonesia. Melalui asistensi dan kolaborasi dari pemerintah India, sisa proyek pemugaran tersebut diharapkan dapat dipercepat.
Selain pemugaran fisik candi, kedua pemimpin negara juga menyepakati sektor kebudayaan dan pendidikan lainnya. Berdasarkan laporan Sekretariat Kabinet (Setkab) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), poin penting lainnya meliputi:
- Tahun Diplomasi: Penetapan tahun 2026โ2027 sebagai "Tahun Tagore Dewantara" untuk memperkuat hubungan pendidikan dan kebudayaan bilateral.
- Pendidikan Tinggi: Dukungan penuh terhadap pendirian Kampus Indian Institute of Management (IIM) dan peluang pembukaan Indian Institute of Technology (IIT) di Indonesia.
- 7 MoU Strategis: Di luar kebudayaan, kedua negara menandatangani 7 Nota Kesepahaman lain yang mencakup teknologi antariksa, regulasi produk medis, hingga penanggulangan terorisme.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa rangkaian inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk memajukan kesejahteraan masyarakat di kawasan Indo-Pasifik melalui ikatan budaya (people-to-people contact).


Memuat komentar...