Jakarta โ€” Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melaksanakan rangkaian kunjungan kerja (kunker) intensif di Provinsi Jawa Tengah dengan menyambangi Kota Semarang dan Kabupaten Batang.

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan seluruh program prioritas pemerintah di sektor ketahanan pangan dan hilirisasi industri berjalan sesuai target.

Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Stasiun Semarang Tawang untuk meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya, pada Kamis (30/7).

Pantauan di lokasi, tampak Prabowo yang mengenakan safari berwarna krem tiba pada pukul 11.10 WIB. Terlihat warga yang menunggunya menyambut kehadiran orang nomer satu di Indonesia itu.

Mengawali agenda di Semarang, Presiden Prabowo meninjau pusat riset pertanian dan fasilitas penyimpanan hasil panen. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan subsidi pupuk tepat sasaran dan modernisasi alat mesin pertanian (alsintan) demi mempercepat target swasembada pangan dalam waktu dekat.

Turut hadir mendampingi Prabowo Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menhub Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Dirut KAI Bobby Rasyidin.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, renovasi itu merupakan bagian dari upaya pelestarian bangunan bersejarah sekaligus peningkatan kualitas layanan transportasi publik.

"Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis, 30 Juli 2026, untuk meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang," kata Prasetyo Hadi kepada wartawan, Kamis (30/7).

Rombongan kepresidenan kemudian bertolak ke Kabupaten Batang untuk meninjau perkembangan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Presiden memeriksa langsung proyek-proyek infrastruktur utama, termasuk kesiapan ekosistem pabrik baterai kendaraan listrik global.

Prabowo menyatakan bahwa KITB harus menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal serta meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri melalui skema hilirisasi yang agresif.