Mulai besok, nggak ada lagi tuh istilah 'pajak dibayar belakangan'. Semua platform ecommerce besar di Indonesia โ€” Shopee, Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan lainnya โ€” bakal langsung memotong 0,5% dari total transaksi setiap penjual. Aturan ini udah final, berlaku per 1 Juli 2025.

Pajak ini namanya PPh Final 0,5% buat pelaku UMKM. Mungkin kedengerannya kecil, tapi coba bayangin: kalau lo jualan Rp10 juta sebulan, potongannya cuma Rp50 ribu. Tapi kalau transaksi lo udah tembus Rp100 juta? Dipotong Rp500 ribu. Langsung, pas pembeli bayar, sebelum uangnya masuk ke rekening lo.

Siapa aja yang kena? Semua penjual, baik yang udah punya NPWP maupun belum. Tapi ada pengecualian: penjual dengan omzet di bawah Rp500 juta setahun nggak kena pajak ini. Aturan lama udah ngasih batas itu, dan sekarang dipertegas lewat pemotongan langsung di platform.

Gimana cara hitungnya? Gampang. Misal lo jual barang Rp1 juta. Platform langsung potong 0,5% = Rp5.000. Uang yang masuk ke rekening lo jadi Rp995.000. Tapi potongan ini bukan pajak final, lho. Artinya, lo masih bisa lapor SPT tahunan dan kalau ada kelebihan bayar, bisa diklaim balik. Tapi buat yang udah pake tarif UMKM 0,5% dari omzet, potongan ini dianggap lunas.

Aturan ini juga nge-cover semua jenis barang dan jasa yang dijual di marketplace. Kecuali beberapa barang tertentu kayak hasil pertanian atau jasa tertentu yang udah diatur terpisah. Tapi mayoritas penjual โ€” mulai dari baju, elektronik, makanan, sampai jasa desain grafis โ€” kena semua.

Platform ecommerce wajib lapor ke DJP setiap bulan. Mereka juga harus ngasih bukti potong ke penjual. Jadi lo bisa cek di dashboard masing-masing, ada menu 'Pajak' atau 'Bukti Potong'. Jangan lupa disimpan, ya, buat lapor SPT.

Terus, gimana kalau penjualnya belum punya NPWP? Tetap dipotong. Tapi tarifnya jadi lebih tinggi: 1% bukan 0,5%. Makanya, mending urus NPWP sekarang. Bisa online lewat ereg.pajak.go.id, gratis. Atau minta bantuan ke kantor pajak terdekat.

Sponsored Deal

Ada yang khawatir bakal ganggu bisnis? Sebenarnya, kalau lo udah biasa bayar pajak lewat setoran sendiri, ini malah lebih praktis. Nggak perlu repot transfer tiap bulan. Potong langsung, otomatis. Tapi buat yang baru mulai jualan, mungkin kaget pas pertama kali liat uang masuk lebih sedikit.

Satu hal lagi: aturan ini nggak ngegantiin kewajiban PPN atau pajak lainnya. Jadi kalau lo udah PKP, tetap harus pungut PPN 11% dari pembeli. Dua-duanya jalan beriringan.

Nah, besok mulai berlaku. Lo udah siap? Cek dashboard toko lo, pastiin data NPWP udah sesuai. Kalau belum, langsung update. Jangan sampai potongannya lebih besar karena data salah.