PACITAN, r3nmedia.com โ Sektor pariwisata kembali membuktikan diri sebagai motor penggerak utama roda perekonomian di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Hingga akhir Juni 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata mencatatkan lonjakan fantastis sebesar Rp6,672 miliar. Angka ini mencerminkan pemulihan industri wisata lokal yang kian matang.
Berdasarkan data resmi Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan, angka Rp6,672 miliar tersebut sudah melampaui 60 persen dari target total tahunan yang dipatok di kisaran Rp11 miliar. Perolehan ini juga resmi menjadi rekor pendapatan semester pertama tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Akselerasi pendapatan sektor pariwisata Pacitan menunjukkan tren grafik yang konsisten meroket jika membandingkan data triwulan atau semesteran sejak 2023:
- Juni 2023: Realisasi PAD berada di angka Rp4,013 miliar.
- Juni 2024: Pendapatan meningkat tipis menjadi Rp4,56 miliar.
- Juni 2025: PAD naik merayap ke angka Rp4,83 milar.
- Juni 2026: Lonjakan signifikan menembus angka Rp6,672 miliar (tumbuh 38% dibanding periode yang sama tahun lalu).
Kepala Disparbudpora Pacitan, Munirul Ichwan, menyebut bahwa lompatan tinggi ini dipengaruhi langsung oleh perbaikan tata kelola manajemen internal, komitmen tim di kawasan wisata, serta masifnya strategi promosi digital. Momentum liburan sekolah sejak akhir Juni lalu pun ikut andil menyumbang Rp1,4 miliar hanya dalam hitungan minggu.
Dari puluhan destinasi pantai eksotis dan gua di pesisir selatan Jawa, dua objek wisata pantai tetap kokoh menjadi penyumbang retribusi terbesar bagi daerah.
"Hampir semua destinasi mengalami kenaikan kunjungan, namun capaian tertinggi dan motor utamanya ada di Pantai Klayar dan Watu Karung," kata Munirul Ichwan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/7/2026).
Pihak Pemkab Pacitan optimistis target sisa tahun sebesar Rp11 miliar dapat terealisasi sepenuhnya sebelum penutupan tahun, didukung oleh peningkatan fasilitas fisik di lapangan dan kemudahan pembayaran retribusi digital.

Memuat komentar...