CILACAP, r3nmedia.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan Radar Cuaca S-Band tercanggih pertama di Indonesia yang berlokasi di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Fasilitas mutakhir ini diresmikan langsung oleh Kepala BMKG Republik Indonesia, Teuku Faisal Fathani, pada Rabu (8/7/2026) untuk memperkuat layanan informasi cuaca dan sistem peringatan dini kebencanaan di wilayah selatan Pulau Jawa serta perairan Samudra Hindia.

Langkah strategis ini diambil mengingat Cilacap rawan terhadap dinamika cuaca ekstrem dan perubahan iklim, terutama dengan posisinya yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Radar berteknologi S-Band ini memiliki jangkauan hingga 400 kilometer dan mampu mendeteksi potensi cuaca ekstrem, pergerakan awan konvektif, serta intensitas curah hujan secara real-time.

Sponsored Deal

β€œRadar cuaca S-Band Cilacap menjadi bagian penting dalam meningkatkan layanan informasi cuaca dan peringatan dini. Pesisir selatan Jawa memiliki peran strategis bagi aktivitas kelautan, perikanan, transportasi, industri, hingga kesiapsiagaan bencana. Semuanya membutuhkan dukungan data cuaca yang cepat dan andal,” kata Faisal di Cilacap, Rabu (8/7).

Secara nasional, BMKG terus berupaya memperkuat jaringan observasi atmosfer di seluruh wilayah Indonesia. Dari total kebutuhan sebanyak 75 radar cuaca untuk mencakup seluruh ruang udara nusantara, saat ini BMKG telah mengoperasikan 45 unit radar dan berkomitmen menambah jumlahnya secara bertahap dari tahun ke tahun.

Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari proyek nasional Marine Meteorological System Phase II (MMS-2) yang fokus pada penguatan sistem observasi meteorologi maritim di wilayah-wilayah strategis. Melalui proyek MMS-2 ini, BMKG membangun lima radar cuaca baru yang tersebar di Indonesia, meliputi empat Radar Cuaca S-Band di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, serta peremajaan satu Radar Cuaca C-Band di Tangerang untuk mengoptimalkan cakupan wilayah Jabodetabek.