JAKARTA, r3nmedia.com β Langkah nyata dekarbonisasi sektor transportasi massal di Indonesia memasuki babak baru. Bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) berbasis teknologi Dual Diesel Hydrogen Fuel (H2 DDF) kini resmi beroperasi penuh untuk melayani koridor strategis dari DKI Jakarta menuju kawasan pelabuhan internasional Patimban, Jawa Barat.
Proyek percontohan ini diinisiasi guna menguji keandalan mesin hidrogen ganda dalam melintasi rute padat lalu lintas tol trans-jawa sepanjang lebih dari 140 kilometer. Dipilihnya koridor Jakarta-Patimban didasarkan pada tingginya mobilitas logistik dan tenaga kerja di kawasan ekonomi khusus tersebut.
Teknologi H2 DDF yang tertanam pada armada bus ini bekerja dengan cara memadukan bahan bakar solar dengan gas hidrogen. Mekanisme kompresi tinggi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi pembakaran mesin hingga menghasilkan tenaga yang optimal namun tetap ramah lingkungan.
Berdasarkan hasil uji teknis dinas perhubungan, implementasi bahan bakar ganda ini terbukti mampu memotong kadar emisi gas buang karbon dioksida (CO2) hingga 35%. Selain itu, penggunaan hidrogen mampu menghemat konsumsi solar operasional bus hingga mencapai kisaran 25% sampai 30% dibandingkan mesin diesel murni.
Guna mendukung keberlanjutan operasional armada hijau ini, PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan infrastruktur pengisian bahan bakar gas hidrogen khusus di beberapa titik rest area tol. Gas hidrogen dipasok langsung dari fasilitas Eco-Station yang memanfaatkan energi bersih berbasis hidrogen hijau (green hydrogen).
Kementerian Perhubungan menargetkan, jika fase uji coba koridor Jakarta-Patimban ini menunjukkan hasil yang stabil dalam enam bulan ke depan, skema konversi mesin berbasis H2 DDF akan diperluas ke berbagai armada bus kota Transjakarta serta moda angkutan barang bermuatan berat (truk kontainer) guna mempercepat target Net Zero Emission (NZE) Indonesia.

Memuat komentar...