Jakarta - Sidang dugaan suap importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengungkap fakta baru. Mantan Kasi Intelijen Cukai P2, Budiman Bayu Prasojo, mengakui menerima suap berbentuk amplop tebal dari PT Blueray Cargo sebanyak empat kali.
Momen menarik terjadi saat Jaksa KPK, Takdir Suhan, menanggapi peragaan tebal amplop yang dilakukan Bayu di persidangan dengan seruan "Wow". Jaksa juga mempertanyakan alasan Bayu yang baru menolak suap pada kali kelima, setelah empat kali berturut-turut menerimanya. Bayu beralasan penolakan tersebut karena mulai merasa tidak nyaman dan ingin berubah.
"Saksi bisa dapat bagian uang yang dijatah disiapkan oleh Blu Ray ini bagaimana?" tanya jaksa kepada Bayu dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).
"Jadi kalau terkait kenapanya (diberikan amplop), saya tidak tahu. Cuma waktu itu Orlando menyampaikan kepada saya, memberikan itu amplop, terus saya tanya, 'Ini apa?' terus (dijawab) 'dari BlueRay'. Setelah itu ya sudah saya terima, saya laporkan ke pimpinan, Pak Sisprian waktu itu," jawab Bayu.
Kasus ini juga menyeret tiga pejabat Bea Cukai lainnya—Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan—yang didakwa menerima suap total Rp 78,8 miliar, sementara petinggi PT Blueray Cargo telah divonis 1,5 hingga 2 tahun penjara.
"Saya dapat ini, 'ini dapat dari Blueray, ini buat apa?'. Jawaban saat itu, yang saya ingat Pak Sisprian menyampaikan, 'ini buat operasional Pak Bayu', itu saja," ujar Bayu.
Jaksa lalu bertanya sejak kapan Bayu menerima amplop dari PT Blueray Cargo yang dititipkan melalui Orlando. Dia mengaku sudah empat kali menerima amplop.
"Ada empat kali seingat saksi?" tanya jaksa.
"Seingat saya empat kali, karena yang kelima saya tolak di bulan awal Februari di hari Senin atau apa saya, seingat saya saya tolak," jawab Bayu.
Jaksa lalu menanyakan apa alasan Bayu baru menolak pada pemberian kelima. Jaksa juga bertanya jenis amplop, kode di amplop serta ukuran amplop.
Bayu lalu mencoba menggambarkan ukuran amplop itu dengan tangan. Jaksa kemudian menyebut amplop itu tebal.
"Pada saat tadi, ini saya spesifik lagi kepada amplop ini, amplopnya setebal apa sih?" tanya jaksa.
"Ya lumayan tebal waktu itu, sih," jawab saksi.
"Lumayan tebal? Kalau kita pakai ukuran ini (tangan), tipis-tebal ini, setebal apa? Kan saksi yang ngalamin," tanya jaksa.
"Ya sekitar segini lah," jawab saksi sambil menunjukkan perkiraan ukuran amplop ke arah jaksa.
"Wow, lumayan tebal itu," ujar jaksa.

Memuat komentar...