Rp 700 per chat. Itu tarif baru yang mulai diterapkan WhatsApp untuk jenis pesan tertentu.
Bukan untuk chat pribadi dengan teman atau keluarga. Fokusnya ke pesan bisnis yang dikirim lewat platform WhatsApp Business. Khususnya pesan yang masuk ke pengguna yang belum menyimpan kontak bisnis tersebut.
Atau pesan yang bersifat promosi. Iklan digital lewat chat, istilah kerennya.
Mulai sekarang, setiap kali bisnis ngirim pesan ke nomor yang belum ada di daftar kontak, otomatis kena biaya Rp 700 per percakapan. Percakapan di sini artinya sesi chat selama 24 jam. Bukan per pesan individu.
Dampaknya langsung kerasa buat UMKM yang selama ini menggratiskan komunikasi lewat WhatsApp. Banyak pelaku usaha yang mengandalkan aplikasi ini untuk pemasaran dan layanan pelanggan.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dimyati Natakusumah, sempat angkat bicara soal kebijakan ini. Menurutnya, tarif tersebut bisa memberatkan sektor usaha kecil yang belum siap dengan sistem berbayar. Apalagi di daerah yang akses digitalnya masih terbatas.
Reaksi dari pelaku usaha beragam. Ada yang protes keras, nggak terima tiba-tiba dikenakan biaya. Ada juga yang pasrah, toh sudah jadi bagian dari strategi monetisasi Meta.
Yang jelas, pengguna biasa nggak perlu khawatir. Chat pribadi tetap gratis. Tapi pengguna bakal lebih sering lihat label 'pesan bisnis' di atas chat. Artinya, percakapan itu udah dihitung sebagai sesi berbayar.
Apakah ini awal dari WhatsApp berbayar penuh? Belum tahu. Tapi yang pasti, pengguna harus lebih selektif dalam menerima pesan bisnis. Jangan asal buka chat dari nomor asing—soalnya bisa jadi bisnis yang ngirim udah bayar Rp 700 buat ngobrol sama lo.

Memuat komentar...