JAKARTA, r3nmedia.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengumumkan rencana strategis perluasan infrastruktur transportasi udara di berbagai daerah di Indonesia. Langkah ini diambil guna memperkuat ekosistem kebandarudaraan nasional, sekaligus menyokong interkoneksi kawasan berbasis bandara melalui penyediaan aksesibilitas jalan, mitigasi bencana, serta pengendalian banjir di sekitar wilayah vital transportasi udara.
Salah satu fokus utama dari perluasan ini menyasar wilayah kepulauan terluar melalui rencana pembangunan ulang Bandara Bandaneira di Maluku. Menteri PU, Dody Hanggodo, mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah bersiap memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Bandaneira dari yang semula hanya 900 meter menjadi 2,1 hingga 2,2 kilometer. Proyek jumbo ini dilakukan melalui kolaborasi erat bersama Kementerian Perhubungan guna memastikan bandara di kawasan Indonesia Timur tersebut dapat didarati oleh pesawat komersial berkapasitas besar.
Pemerintah menegaskan bahwa revitalisasi infrastruktur udara ini membawa misi ganda yang sangat krusial bagi daerah. Selain ditujukan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan secara luas ke destinasi sejarah dan bahari unggulan, penambahan kapasitas landasan pacu ini juga menjadi langkah strategis mitigasi bencana. Mengingat letak geografis Kepulauan Banda yang berada di kawasan cincin api, kapasitas bandara yang lebih besar akan menjamin kesiapsiagaan armada udara dalam melakukan evakuasi massal jika sewaktu-waktu terjadi aktivitas vulkanik dari Gunung Api Banda.
Untuk memastikan ekosistem kebandarudaraan berfungsi optimal, Kementerian PU juga mengimbangi proyek perluasan udara ini dengan pembangunan infrastruktur darat. Di Banda Neira, kementerian menyiapkan peningkatan konektivitas jalan sepanjang 12,65 kilometer melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Sementara di daerah lain, intervensi Kementerian PU difokuskan pada penguatan ketahanan infrastruktur di sekitar bandara komersial utama yang rawan banjir dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna menjaga kelancaran koridor logistik.

Memuat komentar...