Jakarta โ€“ Tragedi memilukan menimpa satu keluarga di wilayah timur Pakistan. Satu unit rumah berlantai tiga ambruk total akibat terkikis hujan monsun yang ekstrem di kawasan permukiman padat penduduk Harbanspura, Kota Lahore.

Insiden tragis yang terjadi pada Rabu (29/7/2026) malam waktu setempat ini menewaskan 11 orang yang seluruhnya merupakan anggota satu keluarga besar, termasuk wanita dan anak-anak.

Bencana bermula saat hujan lebat dengan intensitas tinggi mengguyur Lahore selama berhari-hari. Menurut laporan pemerintah setempat, rumah tiga lantai tersebut dihuni oleh tiga bersaudara beserta istri dan anak-anak mereka. Nahas, struktur atap dan dinding bangunan yang diduga kurang terawat menjadi rapuh akibat terus-menerus dihantam limpahan air hujan.

Sekitar pukul 22.15 malam, bangunan tiba-tiba runtuh secara bertahap dari lantai teratas hingga meratakan lantai dasar. Warga sekitar mengaku dikejutkan oleh suara gemuruh yang sangat keras menyerupai ledakan bom.

"Keluarga kami terkejut oleh suara keras seperti ledakan. Kami melihat satu bagian bangunan runtuh dari satu sisi, disusul bagian lain yang ikut ambruk ke lantai dasar. Sesaat kemudian, orang-orang mulai berteriak dan menjerit meminta tolong," ujar Ali Ahmed (37), salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian.

Tim penyelamat dari Rescue 1122 langsung dikerahkan ke lokasi untuk menyisir puing-puing bangunan menggunakan alat berat. Setelah operasi pencarian yang berlangsung intensif, petugas berhasil mengevakuasi 11 jenazah korban tewas serta melarikan enam korban luka-luka ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NDMA) Pakistan mencatat bahwa insiden ini memperpanjang daftar hitam korban jiwa akibat cuaca ekstrem sejak siklus monsun dimulai pada 26 Juni. Hingga saat ini, total 121 orang dilaporkan tewas di seluruh negeri akibat komplikasi banjir, sengatan listrik, serta kasus bangunan roboh.

Selain memicu jatuhnya korban jiwa, banjir bandang dari luapan sungai juga telah menenggelamkan belasan desa di pinggiran Lahore, memaksa ribuan warga mengungsi menggunakan perahu darurat melewati lahan pertanian yang kini berubah menjadi hamparan air luas.