BEIJING, r3nmedia.com - Kawasan Asia Timur kini dalam kondisi siaga satu akibat amukan Topan Bavi yang berukuran raksasa. Korban jiwa dan evakuasi massal tak terhindarkan setelah badai dahsyat berdiameter hingga 1.000 kilometer ini menghantam sejumlah negara, termasuk Tiongkok, Taiwan, dan Jepang.

Otoritas Tiongkok bergerak cepat mengantisipasi ancaman banjir besar dengan mengevakuasi hampir 2 juta warganya—melonjak drastis dari perkiraan awal sebanyak 900.000 jiwa. Berdasarkan laporan terbaru per Juli 2026, cuaca ekstrem ini telah memicu kelumpuhan transportasi massal hingga pemadaman listrik total di beberapa wilayah terdampak.

Sponsored Deal

Topan Bavi dilaporkan mendarat resmi di kota pesisir Taizhou dan Wenzhou, Provinsi Zhejiang, pada Minggu dini hari. Gelombang pengungsi membengkak hingga hampir dua juta orang setelah pemerintah mengosongkan paksa wilayah rawan banjir. Ironisnya, terjangan ini datang saat Tiongkok belum pulih dari badai Maysak yang menewaskan 39 orang dan menyebabkan satu bendungan waduk jebol.

Meski pusat badai hanya melewati wilayah utara pulau, pemerintah Taiwan mengambil langkah ekstrem dengan menutup sekolah, kantor pemerintahan, dan membatalkan lebih dari 1.200 jadwal penerbangan di Bandara Internasional Taoyuan. Lebih dari 14.000 warga di area pegunungan dievakuasi akibat ancaman curah hujan ekstrem yang diprediksi mencapai satu meter.

Kepulauan Okinawa dan rantai Pulau Sakishima menjadi wilayah terdampak paling parah di Jepang. Embusan angin kencang hingga 60 meter per detik menumbangkan pepohonan, merusak fasilitas umum, membatalkan ratusan penerbangan, serta memutus aliran listrik bagi puluhan ribu rumah tangga.