JAKARTA, r3nmedia.com - Pemerintah Indonesia resmi tancap gas mempercepat Program Digitalisasi Pembelajaran nasional pada tahun 2026 ini. Sebanyak 16.557 satuan pendidikan di seluruh penjuru tanah air dibidik untuk segera mendapatkan akses internet merata, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Kabar ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, berdasarkan data evaluasi teranyar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per Juli 2026.
Langkah berani ini diambil demi menghapus ketimpangan kualitas pendidikan antara kota besar dan daerah pelosok.
"Target penyediaan fasilitas internet kita naikkan drastis dari tahun lalu yang hanya menyasar 8.265 sekolah, kini melompat jadi 16.557 sekolah di 2026," ujar Qodari dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, saat ini konektivitas internet nasional sudah berhasil menghubungkan 77% sekolah di Indonesia. Sisa 23% sekolah yang mayoritas berada di area tanpa sinyal (blank spot) kini menjadi fokus utama pemerintah untuk segera dikebut.
Tak hanya internet, pemerintah juga mengguyur sekolah-sekolah dengan teknologi mutakhir. Setelah menyalurkan ke 288.865 sekolah pada tahun lalu, pemerintah menargetkan setiap sekolah minimal memiliki 2 hingga 3 Papan Interaktif Digital (PID) di akhir tahun ini.
Dampak dari masifnya digitalisasi ini langsung dirasakan di ruang-ruang kelas. Survei dari Kemendikdasmen yang melibatkan 241.000 siswa dan 182.000 guru menunjukkan angka yang mencengangkan. Sebanyak 99,5% siswa mengaku suasana belajar jadi jauh lebih seru semenjak memakai PID, dan 98% di antaranya merasa lebih gampang menyerap materi pelajaran dari guru.
Platform buatan pemerintah, Ekosistem Rumah Pendidikan, juga kebanjiran pengguna. Fitur Ruang Murid sukses menembus 1,3 juta pengguna aktif bulanan, sementara platform Ruang Guru sudah mencatatkan lebih dari 3 juta kunjungan.
Pemerintah menegaskan bahwa digitalisasi ini bukan sekadar pamer gawai canggih. Untuk sekolah-sekolah di wilayah ekstrem yang bahkan belum memiliki aliran listrik, pemerintah menyiapkan strategi khusus lewat tiga langkah utama:
- Suntikan Aliran Listrik: Menggandeng instansi terkait untuk membangun jaringan listrik baru di sekolah-sekolah terisolasi.
- Paket Laptop & Hard Disk Offline: Mengirimkan laptop siap pakai yang sudah dibekali hard disk eksternal berisi seluruh materi pembelajaran, sehingga guru dan murid tetap bisa belajar digital tanpa perlu sinyal internet.
- Bimtek Guru Skala Besar: Menggelar pelatihan intensif agar para guru di pelosok bisa mahir mengawinkan teknologi dengan metode belajar mendalam (deep learning).


Memuat komentar...