Jakarta - Platform fintech lending Amartha berkomitmen menyediakan alternatif investasi yang aman bagi para pendana (lender) dengan menyalurkan modal kepada para pelaku usaha mikro perempuan di pedesaan. Guna memberikan rasa aman, Amartha memastikan transparansi penuh terkait cara kerja sistem pendanaan serta pengelolaan mitigasi risiko yang ketat.

Sistem kerja di Amartha menerapkan model grameen bank, di mana pembiayaan disalurkan melalui sistem kelompok bernama Majelis. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab secara tanggung renteng jika ada salah satu anggota yang mengalami kendala pembayaran. Transaksi dan monitoring performa mitra usaha sepenuhnya difasilitasi melalui aplikasi digital yang dapat dipantau oleh investor secara berkala.

Meskipun menyasar sektor UMKM unbanked, Amartha memitigasi risiko gagal bayar lewat sistem penilaian kredit (credit scoring) berbasis kecerdasan buatan (AI) dan algoritma khusus yang mengukur profil risiko calon mitra secara akurat. Selain itu, Amartha juga menyediakan fitur proteksi penjaminan pendanaan bekerja sama dengan institusi penjaminan dan asuransi terpercaya untuk melindungi modal pokok para investor.

Manajemen Amartha terus mengedukasi para pendana agar memahami prinsip investasi berimbang serta melakukan diversifikasi portofolio ke beberapa mitra usaha sekaligus. Langkah ini terbukti efektif dalam meminimalkan fluktuasi risiko investasi sekaligus memaksimalkan dampak sosial (social impact) berupa pemberdayaan ekonomi perempuan di seluruh pelosok Indonesia.