JAKARTA, r3nmedia.com โ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan rilis darurat yang menyatakan bahwa wilayah Indonesia kini telah resmi memasuki fase El Nino intensitas kuat. Ketetapan status ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, sesaat setelah menghadiri rapat terbatas (ratas) mitigasi bencana bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.
Teuku Faisal Fathani memaparkan bahwa lompatan status menjadi "Kuat" terdeteksi dari hasil pemantauan indeks anomali suhu permukaan laut di wilayah Samudra Pasifik bagian tengah (Niรฑo 3.4) yang melonjak drastis hingga menyentuh angka +2,26 derajat Celsius. Batasan ini jauh melampaui ambang normal fase aktif sebesar 0,5 derajat Celsius.
Dengan resminya status ini, BMKG meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap dua ancaman bencana hidrometeorologi kering, yaitu:
- Kekeringan Ekstrem: Menyusutnya debit air bersih secara masif serta ancaman gagal panen total di sektor pertanian akibat hilangnya awan hujan.
- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Mengeringnya lahan-lahan kering bervegetasi padat dan wilayah lahan gambut yang sangat rentan terpicu titik api.
"Kondisinya saat ini sudah sah berada di fase El Nino kuat. Fokus utama penanganan nasional diarahkan penuh untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan dan karhutla," tegas Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan.
Guna memitigasi dampak yang lebih parah, Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan percepatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara berkala. Langkah taktis yang digawangi BMKG bersama BNPB, Kementerian Kehutanan, serta pihak swasta ini difokuskan pada manipulasi awan hujan untuk menjatuhkan jutaan kubik air di lokasi strategis.
Hujan buatan tersebut diprioritaskan untuk mengisi cadangan pasokan di 240 waduk utama di seluruh nusantara. Hal ini krusial agar operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), saluran irigasi sawah, dan suplai air bersih perkotaan tidak terputus total. Selain itu, pembasahan intensif juga diguyur secara terjadwal di 6 provinsi rawan karhutla, termasuk Riau, Jambi, Sumatera Selatan, serta wilayah Kalimantan guna menjaga kelembapan tanah gambut.
Memuat komentar...