JAKARTA, r3nmedia.com β€” Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia bergerak cepat mengeksekusi mandat strategis dari Presiden Prabowo Subianto. Lembaga pengelola investasi beraset raksasa ini resmi meluncurkan program Danantara Housing Expo 2026 demi mengatasi masalah banyaknya properti milik BUMN yang belum laku terjual.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengonfirmasi bahwa skema ini dirancang sebagai layanan satu pintu (one-stop service) yang mempertemukan belasan BUMN karya, ratusan pengembang swasta, serta jaringan bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pameran properti akbar ini dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 30 Agustus 2026 bertempat di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2. Untuk menarik minat masyarakat, Danantara menggandeng perbankan seperti BRI dan BSI guna menawarkan promo ekstrem, mulai dari DP 1 persen, suku bunga/margin tetap 2,75 persen, hingga tenor panjang hingga 30 tahun.

Tidak hanya bergerak di sektor riil domestik, Danantara juga melakukan gebrakan besar dalam hal kebijakan investasi jangka panjang institusi. Danantara menegaskan bahwa kompas investasi pemerintah ke depan tidak lagi sekadar berfokus pada hilirisasi sumber daya alam (SDA) konvensional, melainkan beralih penuh membidik investasi berbasis transfer teknologi (technology transfer).

Langkah agresif ini diambil untuk membangun industri baru berteknologi tinggi di dalam negeri. Dengan menguasai teknologi mutakhir dan mengembangkan talenta lokal, Indonesia ditargetkan mampu memutus rantai ketergantungan kronis terhadap ekspor komoditas mentah dan penyediaan tenaga kerja murah.

Manajemen Danantara menyebutkan bahwa Indonesia perlu mencontoh lompatan ekonomi negara-negara seperti Korea Selatan dan Vietnam yang sukses membangun basis industri kuat yang inovatif di panggung global melalui skema penguasaan teknologi asing.

Pergeseran fokus ke arah alih teknologi ini didukung oleh penguatan struktur modal internal Danantara yang kian masif. Belum lama ini, melalui PT Danantara Asset Management (DAM), institusi ini sukses menandatangani kesepakatan untuk mengambil alih dan menggabungkan empat manajer investasi BUMN terbesar, yaitu Mandiri Manajemen Investasi, BRI Manajemen Investasi, PNM Investment Management, dan BNI Asset Management.

Konsolidasi raksasa tersebut langsung melahirkan entitas manajer investasi terbesar di tanah air dengan total dana kelolaan (Assets Under Management/AUM) menembus angka Rp170 triliun. Lewat ketersediaan dana taktis ini, Danantara memiliki posisi tawar yang kuat untuk mendanai kemitraan strategis global, khususnya di sektor energi hijau, teknologi digital, dan industri material maju.