JAKARTA, r3nmedia.com - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Kabupaten Sarmi, Papua, pada Jumat (24/7/2026) dini hari pukul 03.15 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pusat gempa dangkal tersebut berada di darat pada kedalaman 10 kilometer. Meski guncangannya sempat memicu kepanikan warga, hasil pemodelan resmi BMKG memastikan peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Berdasarkan analisis pemutakhiran parameter yang dirilis BMKG, pusat gempa secara presisi terletak di koordinat 2,40ยฐ Lintang Selatan dan 139,02ยฐ Bujur Timur, atau tepatnya berjarak sekitar 65 kilometer arah tenggara Sarmi. Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Mamberamo dengan mekanisme pergerakan geser mendatar (strike-slip).
Dampak guncangan gempa dilaporkan terasa sangat kuat di wilayah Pantai Timur Bagian Barat, Sarmi, dengan skala intensitas mencapai V-VI MMI. Pada skala intensitas tersebut, getaran dirasakan nyata oleh seluruh penduduk, membuat mayoritas warga terkejut hingga berhamburan lari ke luar rumah, serta berpotensi menyebabkan kerusakan ringan seperti runtuhnya plester dinding bangunan. Selain itu, getaran juga dirasakan di wilayah Tor Atas (IV MMI), Kota Sarmi (III MMI), hingga Kota Burmeso (II-III MMI).
Hingga Jumat pagi sekitar pukul 04.13 WIB, hasil monitoring yang dilakukan BMKG mencatat setidaknya telah terjadi tujuh kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) di sekitar wilayah Sarmi. Rangkaian gempa susulan tersebut terdeteksi memiliki kekuatan magnitudo yang bervariasi dan cenderung mengecil, yaitu berkisar antara M 2,9 hingga yang terbesar mencapai M 4,1.
Hingga draf laporan ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai adanya korban jiwa atau total estimasi kerugian materil akibat kerusakan infrastruktur bangunan di lokasi terdampak. Pihak BMKG mengimbau masyarakat Sarmi untuk tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Memuat komentar...