Jakarta — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup operasi SAR khusus penanganan kedaruratan musibah kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur. Penutupan status kedaruratan ini dilakukan setelah rombongan terakhir yang membawa 62 korban berhasil dipulangkan dan mendarat dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Selanjutnya, penanganan taktis di lapangan resmi dialihkan menjadi operasi kesiapsiagaan rutin di bawah kendali Kantor SAR Surabaya.
Berdasarkan pencocokan data manifes resmi dan hasil sinkronisasi posko terpadu, total korban yang berada di dalam kapal berhasil diidentifikasi secara menyeluruh.
Terkonfirmasi sebanyak 238 orang berada di dalam kapal saat kejadian. Sebanyak 233 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi bernyawa. Sebanyak 5 orang dinyatakan meninggal dunia. Angka tersebut sudah mencakup seluruh penumpang, Anak Buah Kapal (ABK), hingga tenaga bantuan operasional kapal.
"Secara resmi operasi SAR khusus penanganan kedaruratan KM Mutiara Sentosa II saya alihkan kepada operasi rutin, yaitu operasi kesiapsiagaan yang dikendalikan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya," tegas Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, saat konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Perak Selasa (4/8/2026).
KMP Mutiara Sentosa II rute Surabaya–Makassar tersebut dilaporkan mengalami insiden kebakaran hebat pada Minggu (2/8/2026) pagi. Pada hari ketiga pasca-kejadian, kondisi fisik kapal dilaporkan sudah tidak terlihat lagi di permukaan laut akibat kemiringan ekstrem pasca-evakuasi.
Meskipun operasi kedaruratan khusus telah ditutup, Basarnas tetap membuka posko aduan pihak keluarga di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Surabaya. Jika nantinya terdapat laporan resmi dari masyarakat mengenai anggota keluarga yang terbukti berada di kapal namun belum ditemukan, Basarnas menegaskan siap membuka kembali operasi SAR pencarian khusus secara dinamis.

Memuat komentar...