JAKARTA, r3nmedia.com โ Sebuah insiden pelayanan konsumen yang berujung aksi balas dendam tidak biasa tengah menjadi sorotan hangat di jagat maya. Jaringan diler mobil Nissan of Cape Coral di Amerika Serikat, terpaksa merilis pernyataan darurat berisi permohonan maaf terbuka setelah manajemen mereka ketahuan menyerang balik bisnis milik pelanggannya sendiri secara personal akibat tak terima diberi ulasan (review) buruk.
Kasus ini bermula saat sepasang suami istri, Tiffany dan Robert Maillet, membeli sebuah unit mobil van di diler tersebut. Sesaat setelah dibawa pulang, mobil baru tersebut mengalami masalah teknis serius pada bagian sistem transmisi. Merasa kecewa dengan penanganan keluhan yang lambat dari pihak diler, Tiffany memutuskan untuk menuliskan komplain jujur dengan rating bintang satu di Google Review.
Bukannya memperbaiki pelayanan atau menyelesaikan problem mekanis kendaraan, seorang anggota manajemen diler bernama Blake Varnadoe justru memilih jalan konfrontasi. Secara sengaja, Blake melacak profil digital milik keluarga Maillet.
Setelah mengetahui bahwa pasangan suami istri tersebut mengelola sebuah bisnis lokal mandiri, Blake langsung membanjiri halaman profil ulasan bisnis milik konsumennya tersebut dengan ulasan negatif palsu ber-bintang satu demi merusak reputasi usaha mereka di internet.
Aksi kekanak-kanakan tersebut langsung tercium oleh Tiffany yang kemudian mengunggah video bukti kronologi sabotase tersebut ke media sosial hingga viral ditonton jutaan kali.
Imbas video viral itu, situasi berbalik 180 derajat. Netizen yang geram langsung menyerbu balik akun media sosial, halaman Google, hingga platform Yelp milik diler Nissan of Cape Coral dengan puluhan ribu komentar hujatan dan ulasan buruk massal (review bomb).
Melihat dampak boikot digital yang makin meluas, induk perusahaan Krause Auto Group akhirnya turun tangan dan mengakui perilaku tidak pantas stafnya. Pihak korporasi berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh serta memperkuat diklat etika kerja organisasi.
Tak berselang lama, Blake Varnadoe menyampaikan penyesalannya secara tertulis di akun Facebook resmi diler. "Saya bertanggung jawab penuh atas kegaduhan yang ditimbulkan. Saya akan memanfaatkan waktu selama tidak bertugas di diler untuk mengikuti pelatihan etika profesional agar perilaku ini tidak terulang kembali," tulis Blake. Meski demikian, hingga saat ini dikabarkan belum ada sanksi pemecatan formal yang dijatuhkan kepadanya.

Memuat komentar...