JAKARTA, r3nmedia.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bergerak cepat merespons situasi darurat pasca-serangan militer Amerika Serikat ke pangkalan AL Iran. Wakil Menteri Luar Negeri RI memastikan bahwa pemantauan terhadap kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah konflik kini berjalan sangat intensif.
Pemerintah memprioritaskan keselamatan ratusan WNI yang berada di sekitar kawasan Teluk dan perbatasan Iran. Koordinasi melekat langsung dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran dan sejumlah perwakilan RI di Timur Tengah untuk memetakan keberadaan warga sipil kita.
Wamenlu menegaskan bahwa seluruh KBRI di zona rawan telah mengaktifkan status siaga satu. Protokol darurat atau rencana kontinjensi kini mulai disiapkan untuk mengantisipasi jika eskalasi konflik bersenjata terus meluas ke area pemukiman warga.
"Kami terus memantau dari menit ke menit melalui hotline darurat. Keselamatan WNI adalah prioritas mutlak pemerintah," ujar Wamenlu RI saat memberikan keterangan pers di Jakarta.
Kemlu juga mengimbau seluruh WNI yang berada di Iran dan sekitarnya untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Mereka diminta segera melapor ke perwakilan RI terdekat jika situasi keamanan di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka mulai memburuk.
Selain mengamankan WNI yang sudah berada di sana, pemerintah mengeluarkan larangan perjalanan sementara bagi warga yang berencana menuju ke wilayah konflik. Langkah preventif ini diambil demi menghindari adanya warga sipil yang terjebak di tengah memanasnya situasi geopolitik.
Pihak otoritas menyatakan bahwa jalur komunikasi darurat akan terus dibuka selama 24 jam penuh bagi pihak keluarga di tanah air yang ingin memantau kondisi kerabat mereka di Timur Tengah.


Memuat komentar...