JAKARTA, r3nmedia.com - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Penghormatan terakhir tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dengan mendatangi kantor Kedutaan Besar Negara Qatar di Jakarta.

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 12.40 WIB dan langsung disambut hangat oleh Menteri Luar Negeri Sugiono serta Duta Besar Negara Qatar untuk Republik Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari. Setibanya di sana, Presiden langsung diarahkan menuju ruangan khusus untuk mengisi dan menandatangani Book of Condolence (buku duka cita).

Sponsored Deal

Di dalam buku duka cita tersebut, Presiden Prabowo menuliskan pesan belasungkawa menggunakan bahasa Inggris yang merefleksikan simpati mendalam dari seluruh masyarakat serta Pemerintah Indonesia.

"Atas nama rakyat dan pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan belasungkawa kami yang mendalam atas meninggalnya Yang Mulia Ayah Amir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah SWT Yang Maha Kuasa menempatkan beliau di sisi terbaik di hadapan Tuhan," tulis Presiden Prabowo di Buku Duka Cita Kedubes Qatar.

Kehadiran Kepala Negara menjadi simbol penghormatan tertinggi sekaligus menegaskan kuatnya ikatan diplomatik serta persahabatan erat yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Qatar. Sebagai wujud penghormatan negara yang lebih jauh, Presiden juga resmi mengutus Menko Politik dan Keamanan Djamari Chaniago ke Doha untuk menyampaikan duka cita secara langsung kepada Emir Qatar saat ini.

Mendiang Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 12 Juli 2026, dalam usia 74 tahun. Selama memimpin Qatar pada periode 1995โ€“2013, ia dikenal luas sebagai arsitek utama yang mentransformasi Qatar menjadi negara modern kaya energi global lewat ekspansi industri gas alam cair (LNG) serta pendirian jaringan media Al Jazeera.

Bagi Dunia Islam, ia juga dikenang secara emosional sebagai pemimpin Arab pertama yang berani menembus blokade ketat Israel untuk mengunjungi wilayah Jalur Gaza, Palestina, pada Oktober 2012 silam. Pada tahun 2013, ia memilih turun takhta secara sukarela untuk menyerahkan estafet kepemimpinan kepada putranya, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.