Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka acara Jakarta Eco Future Festival(JEFF) 2026 di Balai Kota Jakarta. Pada acara ini, Pramono sekaligus meluncurkan laman atau website kualitas udara Jakarta.
"Hari ini secara resmi saya membuka JEFF 2026. Ini sebagai pengingat bahwa Jakarta sebagai kota global, pusat perekonomian nasional. Dan juga sekaligus menjadi ibu kota negara bertanggung jawab pada dirinya sendiri, pada Jakarta sendiri, untuk melakukan perbaikan penanganan sampah yang ada di Jakarta," ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Pramono bersyukur kegiatan ini mendapat penghargaan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pembuatan eco enzyme serentak dengan jumlah peserta terbanyak dalam rangkaian acara. Hal itu menindaklanjuti gerakan masif terkait gerakan pemilahan sampah.
"Saya merasa bersyukur kegiatan ini disupport luar biasa oleh kelompok-kelompok komunitas. Salah satunya kita mendapatkan rekor MURI ini karena hampir 6.336 eco enzyme yang berpartisipasi di dalam gerakan ini. Dan ini menindaklanjuti Ingub yang telah dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, sehingga gerakan ini menjadi masif," ucapnya.
Kemudian Pramono juga menyambut baik peluncuran website udara Jakarta. Pramono berharap hal ini menjadi referensi untuk melihat polusi atau kualitas udara Jakarta.
"Saya juga menyambut baik sistem peringatan dini di website udara Jakarta, yang dulu tidak pernah ada hanya hari itu, sekarang dipersiapkan 3 hari prediksi ke depan. Hari itu dan 3 hari prediksi ke depan. Semoga ini menjadi referensi bagi kita untuk selalu melihat bagaimana polusi atau udara Jakarta pada saat itu," ucapnya.
Pramono juga meresmikan Waste Station atau Bank Sampah Balai Kota sebagai komitmen bahwa perubahan pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan pemerintahan. Menurutnya, pemerintah harus memberi contoh agar budaya memilah sampah semakin luas diterapkan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup(LH) DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan website https://udara.jakarta.go.id/ itu juga bisa memprediksi kualitas udara selama tiga hari ke depan.
"Ini langkah untuk 3 hari ke depan, yang membedakan itu aja. Jadi, tidak hanya kondisi saat ini, tapi ada prediksi untuk 3 hari ke depan," ujar Dudi.
Peluncuran sistem peringatan dini kualitas udara dilakukan bersamaan dengan pembukaan Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke-499 Jakarta.


Memuat komentar...