Jakarta โ Menghadapi tren kenaikan harga komponen memori global yang melambung tinggi, raksasa teknologi Apple menghadirkan model bisnis alternatif yang radikal bagi para pencinta ekosistemnya. Melalui program baru bertajuk Apple Upgrade, konsumen kini tidak lagi diwajibkan membeli putus gawai melainkan bisa beralih ke skema berlangganan atau sewa bulanan.
Program yang dikelola melalui kemitraan pembiayaan bersama Klarna ini secara resmi diluncurkan di pasar domestik Amerika Serikat. Dalam skema ini, tarif sewa bulanan termurah untuk perangkat iPhone dipatok mulai dari USD 17,99 (sekitar Rp 325.000) per bulan untuk model iPhone 17e.
Sementara untuk jajaran premium seperti iPhone 17 Pro, biaya sewa dipatok mulai dari USD 31,99 (sekitar Rp 578.000) per bulan dengan masa tenor kontrak selama 24 bulan.
Berbeda dengan skema iPhone Upgrade Program jadul rilisan 2015 yang kini resmi dipensiunkan, Apple Upgrade mencakup portofolio lini produk yang jauh lebih luas. Konsumen kini juga dapat menyewa Apple Watch dan iPad dengan biaya mulai dari USD 11,99 (Rp 216.000) per bulan, serta komputer Mac mulai dari USD 24,99 (Rp 451.000) per bulan. Untuk iPhone dan Apple Watch, Apple menyediakan durasi kontrak sewa selama 12 hingga 24 bulan, sedangkan Mac dan iPad mendapatkan pilihan tenor yang lebih panjang, yaitu 24 hingga 36 bulan.
Ketika masa sewa prabayar berakhir, pengguna dihadapkan pada tiga opsi final: mengembalikan perangkat untuk menyudahi kontrak, menukar (upgrade) ke unit generasi paling baru lewat kontrak anyar, atau membeli putus perangkat dengan membayar sisa selisih harga retail dikurangi total cicilan bulanan yang sudah masuk.
Syarat untuk mengikuti program ini adalah pelanggan wajib berdomisili di AS, berusia minimal 18 tahun, memiliki akun Apple dan Klarna yang aktif, serta lolos dari pengecekan penilaian kredit ringan (soft credit check).

Memuat komentar...