Jakarta — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menyalurkan bantuan dana stimulan senilai Rp30 juta untuk bedah rumah milik Nani Kusnayati, seorang warga yang rumahnya ambruk dan telantar selama beberapa bulan. Penyerahan bantuan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Serang guna merespons aduan masyarakat terkait hunian yang roboh akibat bencana hidrometeorologi.
Rumah yang berlokasi di kawasan permukiman tersebut sebelumnya ambruk akibat hantaman hujan deras serta angin kencang.
Bangunan rumah roboh akibat cuaca ekstrem hujan lebat dan angin kencang beberapa bulan lalu. Rumah dalam keadaan kosong karena pemilik sedang berada di rumah kerabat di Kramatwatu, sehingga tidak ada korban jiwa.
"Pas kejadian saya lagi di rumah saudara di Kramatwatu. Barang-barang ambruk dan tidak bisa diselamatkan. Sebagian bisa saya amankan, sebagian lagi tertimpa," kata Nani, Selasa (4/8/2026).
Sebagian besar bangunan rata dengan tanah dan barang-barang di dalamnya rusak tertimbun material. Korban bersama suaminya terpaksa tinggal di rumah kontrakan selama enam bulan karena tidak memiliki biaya untuk renovasi.
Nani menceritakan bahwa rumah sederhana tersebut dibangun dari hasil jerih payahnya selama enam tahun bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia dan Brunei Darussalam. Karena itu, robohnya bangunan menjadi pukulan ekonomi yang sangat berat bagi keluarganya.
Menurut rilis resmi portal berita Pemkot Serang, alokasi bantuan ini memanfaatkan pengalihan dana operasional. Kebijakan memangkas anggaran seremonial dialihkan secara penuh untuk pembangunan infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan vital masyarakat.
Wali Kota Serang menginstruksikan aparatur tingkat kelurahan dan kecamatan untuk mengawal ketat pemanfaatan dana stimulan tersebut. Langkah pengawasan dilakukan guna memastikan seluruh dana digunakan sepenuhnya untuk membeli material bangunan dan membangun kembali rumah, bukan untuk kebutuhan konsumtif lain.

Memuat komentar...