PROBOLINGGO, r3nmedia.com — Pencinta musik jazz tanah air bersiap menyambut salah satu pergelaran musik paling puitis di Indonesia. Festival Jazz Gunung Bromo 2026 secara resmi akan membuka gerbang amfiteater terbuka akhir pekan ini untuk menyajikan kolaborasi epik antara musisi lintas generasi dan keindahan kabut senja Bromo.

Mengusung konsistensi sebagai pelopor festival etno-jazz, pergelaran tahun ini menekankan pentingnya interaksi harmonis antara manusia, seni pertunjukan, dan pelestarian lingkungan hidup di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Pihak penyelenggara telah mengonfirmasi jajaran penampil (lineup) yang akan memanaskan panggung amfiteater di tengah dinginnya suhu udara Bromo yang diperkirakan menyentuh 10 derajat Celsius. Festival tahun ini akan dimeriahkan oleh musisi legendaris Indonesia hingga talenta internasional, di antaranya:

  • Vina Panduwinata & Fiery
  • Elfa's Singers
  • Ring of Fire Project
  • Tohpati
  • Noe Letto
  • Penampil internasional khusus dari Prancis dan Belanda

Kolaborasi etnik khas Jazz Gunung juga akan kembali dihadirkan untuk memberikan interpretasi baru pada lagu-lagu nusantara melalui improvisasi chord jazz modern.

Tidak sekadar menjadi ajang hura-hura, Jazz Gunung Bromo 2026 berkomitmen kuat menjaga kelestarian alam melalui gerakan bebas sampah plastik di area konser. Penonton diimbau untuk membawa botol minum (tumbler) sendiri demi menekan produksi limbah pasca-acara.

"Jazz Gunung adalah bentuk apresiasi kami terhadap alam. Musik yang kami mainkan di sini adalah cara kami bersyukur atas megahnya ciptaan Tuhan di Bromo. Kami berharap penonton dapat menikmati melodi sekaligus membawa pulang kesadaran untuk menjaga bumi," ungkap salah satu kurator Jazz Gunung.

Pihak panitia memastikan seluruh fasilitas pendukung, mulai dari rekayasa lalu lintas jalur penanjakan, kantong parkir, hingga area kuliner UMKM lokal, telah siap 100 persen untuk menyambut ribuan jemaah al-jazziyah yang datang dari berbagai penjuru daerah.