JAKARTA โ€” Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis data riset terbaru yang mengejutkan mengenai dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan generasi muda di ibu kota. Dalam laporan tersebut, tercatat sebanyak 13,3 persen remaja di DKI Jakarta mengalami penurunan fungsi paru-paru meskipun mereka terlihat sehat dari luar.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, dr. Cynthia Centauri, mengatakan penelitian tersebut dilakukan pada 2024 terhadap anak-anak sekolah yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi di Jakarta. Berdasarkan hasil pemeriksaan, sebagian anak yang tampak sehat dan tetap beraktivitas normal ternyata telah mengalami penurunan fungsi paru.

"Sebanyak 13,3 persen anak yang tampaknya sehat, tidak ada gangguan aktivitas, tidak sesak, bersekolah biasa, sudah ada penurunan fungsi paru," kata Cynthia, Selasa (7/7/2026).

Temuan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan ahli medis dan pengamat kebijakan publik terkait masa depan kesehatan anak-anak di kawasan urban.

Sponsored Deal

Fakta Kunci Penelitian IDAI

  • Korelasi Partikel Halus: Kerusakan fungsi paru berbanding lurus dengan tingginya kadar PM2.5 di lingkungan sekolah dan tempat tinggal anak.
  • Anak Lebih Rentan: Sistem pernapasan anak masih berkembang dan mereka menghirup udara 2 hingga 3 kali lebih banyak dibanding orang dewasa.
  • Ancaman Laten: Polusi udara dapat memicu asma, bronkitis, infeksi saluran pernapasan berulang, hingga penurunan fungsi paru permanen.

Berdasarkan rekomendasi IDAI dan praktisi kesehatan melalui laporan detikHealth serta AFU.id, berikut langkah proteksi yang bisa dilakukan orang tua:

  • Pantau Kualitas Udara: Cek aplikasi indeks kualitas udara (AQI) secara berkala melalui platform resmi seperti Udara Jakarta sebelum anak beraktivitas di luar.
  • Gunakan Masker: Pakaikan masker yang sesuai ukuran anak saat bepergian ke luar rumah atau melewati area padat kendaraan.
  • Proteksi Dalam Kendaraan: Selalu tutup rapat jendela mobil atau angkutan saat berkendara di tengah kemacetan.
  • Hentikan Bakar Sampah: Stop kebiasaan membakar sampah di sekitar lingkungan rumah karena asapnya mengandung zat berbahaya.
  • Bebaskan Rumah dari Asap: Jangan merokok atau menggunakan vape di dalam rumah atau di dekat anak.
  • Tunda Area Renovasi: Jauhkan atau tunda membawa anak ke area rumah yang sedang direnovasi karena partikel kimia cat dan debu semen sangat korosif bagi paru.
  • Saring Udara Kamar: Pasang pembersih udara (air purifier) yang menggunakan filter HEPA di ruang tidur anak.
  • Hijaukan Lingkungan: Tanam tanaman pelindung di pekarangan rumah untuk membantu menyerap polutan udara alami.

Pemerintah daerah juga didesak untuk segera mengambil langkah konkret dalam menekan angka polusi, seperti memperketat uji emisi kendaraan dan memperbanyak ruang terbuka hijau di sudut-sudut kota.