JAKARTA, r3nmedia.com โ Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan keras terkait ancaman krisis ekonomi global yang kian nyata. Kombinasi panas antara eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah dan dampak nyata perubahan iklim global kini memicu lonjakan hebat pada harga pangan dan bahan bakar dunia.
Kondisi ini dilaporkan kian memperparah beban utang luar negeri, utamanya bagi negara-negara berkembang yang rentan terhadap guncangan ekonomi eksternal.
PBB menyoroti bahwa ketegangan yang terus membara di kawasan Timur Tengah telah mengganggu jalur logistik laut internasional dan rantai pasok energi global. Akibatnya, harga minyak mentah dunia melambung tinggi dan otomatis membengkakkan biaya produksi serta distribusi di sektor pertanian.
Di sisi lain, fenomena perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem melahirkan bencana gagal panen massal di berbagai negara produsen pangan utama. Pasokan komoditas pokok yang menyusut di pasar global langsung mengerek harga pangan ke level yang mengkhawatirkan.
Dampak dari lonjakan harga pangan dan energi ini sangat fatal bagi negara-negara berkembang. Untuk menjaga stabilitas domestik dan daya beli masyarakat, pemerintah di negara-negara tersebut terpaksa menambah pinjaman luar negeri demi menutup biaya subsidi energi dan pangan.
PBB memperingatkan bahwa beban utang yang kian membengkak ini bisa memicu risiko gagal bayar (default) nasional. Selain itu, inflasi bahan makanan yang tidak terkendali juga memperbesar risiko kelaparan akut serta potensi ketidakstabilan sosial berupa gelombang protes massa di berbagai belahan dunia.

Memuat komentar...