KLATEN, r3nmedia.com โ Pagi buta yang tenang mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa setelah kobaran api raksasa melahap kompleks pasar tradisional di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Amukan si jago merah yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur pasar dan berdampak langsung pada kelangsungan ekonomi 101 pedagang setempat.
Berdasarkan hasil kalkulasi sementara dan pendataan manifes barang oleh dinas terkait di lapangan, total kerugian finansial akibat musibah kebakaran ini ditaksir menyentuh angka Rp 3 miliar.
"Kerugian tadi disampaikan sekitar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. Ya karena ada 101 pedagang, ada yang kelontong, pakaian, dan macam-macam," kata Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Pasar Bayat, Selasa (28/7/2026).
Kobaran api diduga pertama kali muncul dari salah satu sudut los bagian tengah pasar sebelum akhirnya merembet cepat ke bangunan lain karena banyaknya material yang mudah terbakar. Embusan angin yang cukup kencang membuat petugas pemadam kebakaran (Damkar) Klaten harus berjibaku ekstra keras untuk melokalisasi titik api.
Dampak kerusakan fisik akibat kebakaran massal ini meliputi beberapa area vital:
- Kios Permanen: Sebanyak puluhan unit kios garis depan yang berisi barang-barang sembako dan pakaian hangus tak bersisa.
- Los Basah dan Kering: Ratusan lapak los kayu milik pedagang sayur dan bumbu dapur rata dengan tanah menjadi arang.
- Fasilitas Umum Pasar: Jaringan instalasi listrik dan atap pemukiman komersial pasar mengalami kelumpuhan total.
Bupati Klaten bersama jajaran Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan langsung meninjau lokasi kebakaran guna memastikan penanganan pasca-bencana berjalan cepat. Pemerintah daerah menegaskan akan segera menyalurkan bantuan darurat dan merancang skema relokasi secepatnya agar para pedagang terdampak bisa kembali berjualan.
"Prioritas utama kami adalah menyelamatkan roda ekonomi warga. Kami sedang menyiapkan lahan alternatif di sekitar pasar untuk mendirikan tenda darurat atau tempat penampungan sementara (TPS) bagi 101 pedagang yang kehilangan lapaknya," ujar perwakilan pemerintah daerah di lokasi kejadian.
Sementara itu, tim jajaran Satreskrim Polres Klaten bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) telah memasang garis polisi di pusat kebakaran. Petugas kini tengah memeriksa sejumlah saksi mata dan mengumpulkan serpihan material guna menyelidiki penyebab pasti munculnya titik api, apakah dipicu oleh korsleting listrik atau ada faktor kelalaian lainnya.

Memuat komentar...